Rabu, 26 Oktober 2016

Kebingungan Hakim Memutuskan Hukuman Jessica

Tinggal dua hari lagi, tepatnya 27 Oktober 2016, putusan majelis hakim yang mengadili perkara Jessica di bawah komando Kisworo dibantu Partahi Tulus Hutapea dan Binsar Gultom akan diketahui publik. Ada kemungkinan detak jantung para pihak yang berperkara, termasuk JPU dan publik, makin tak teratur menunggu putusan hakim terhadap terdakwa Jessica. Ada kemungkinan banyak yang bertanya-tanya apakah hakim akan mengabulkan tuntutan JPU, menghukum Jessica 20 tahun, atau kurang, atau lebih, ataukah sebaliknya, membebaskannya dari segala tuntutan hukum?

Pasalnya, publik tahu bahwa apa yang terungkap di persidangan belum memberi bukti kuat bahwa Mirna meninggal karena sianida dan hal itu dilakukan oleh Jessica. Benar bahwa keterangan ahli yang didatangkan JPU memberi petunjuk yang mengarah ke Jessica. Namun, tak satu pun saksi yang melihat bahwa Jessica melakukan hal yang dituduhkan. Keterangan ahli dari JPU itu pun terus menjadi perdebatan ilmiah karena mendapat bantahan dari ahli lain dengan latar belakang ilmu, pengalaman, dan keahlian yang setara.

Selasa, 01 Maret 2016

Plastik Hancur-leburkan Sekat-Sekat Primordialisme dan Tantangannya Bagi Para Ilmuwan

Sampah Plastik (http://nasional.republika.co.id/)

Pengetahuan saya tentang plastik nyaris nol. Tidak mengerti asal-muasalnya, mengolahnya, termasuk daur ulang. Juga efek persisnya bagi kesehatan bumi, manusia, binatang, dan tumbuh-tumbuhan.

Yang saya tahu, plastik ada di mana-mana. Bentuk fisiknya banyak, dan pasti pernah dipakai oleh siapa pun untuk aneka kepentingan. Tak peduli jabatannya apa. Entah presiden, gubernur sampai ketua RT; pengusaha, manejer sampai pesuruh; anggota DPR, politisi, penegak hukum, akademisi, peneliti, artis, tukang omong, tukang tulis, ulama, pendeta, maupun PSK berbandrol Rp 100 juta atau yang berbandrol Rp 100 ribu sekali bercinta. Tak peduli orang baik-baik, santun, ramah, tegas, atau orang jahat, kasar, liar, bahkan teroris. Pun laki-laki dan perempuan tulen, LGBT,  pasti pernah, atau malah selalu, memakai plastik.

Rabu, 02 Desember 2015

Mencermati Visi-Misi Paslon Pilkada

Oleh Yosafati Gulö

Pilkada seretantak, 9/12/2015, tinggal beberapa hari lagi. Hajatan demokrasi itu melibatkan 269 daerah, yaitu 9 provinsi, 36 kota, dan 224 kabupaten) atau 53% dari total 537 jumlah propinsi dan kabupaten/kota di Indonesia. Dari jumlah itu, 23 di antaranya ada di Sumut.

Makin dekat pelaksanaan Pilkada, pengelompokan pendukung Pasangan Calon Gubernur, Bupati/Walikota (selanjutnya ditulis Paslon) makin kentara. Sepintas, para pendukung terbagi menurut banyaknya Paslon. Sepintas juga, mereka memiliki motivasi yang sama dan pandangan yang sama terhadap Paslon yang didukungnya.